Di mana perdagangan berjangka kripto sepenuhnya diizinkan — panduan per negara

Dari UEA hingga Singapura hingga Amerika Serikat, beberapa yurisdiksi utama mengizinkan perdagangan crypto futures di bawah kerangka peraturan yang jelas. Inilah tampilan masing-masing untuk investor copy trading.

Tidak semua pasar diciptakan sama

Salah satu pertanyaan pertama yang harus ditanyakan oleh setiap investor copy trading adalah: bisakah saya mengakses strategi penuh yang dieksekusi oleh master trader saya? Jika strategi itu melibatkan posisi berjangka, mengambil posisi beli dan jual di berbagai siklus pasar, maka Anda perlu berada di yurisdiksi yang mengizinkan perdagangan derivatif kripto.

Kabar baiknya adalah beberapa pusat keuangan utama telah membangun kerangka peraturan yang jelas yang memungkinkan investor ritel atau profesional untuk memperdagangkan futures kripto. Inilah tempat Anda dapat beroperasi dengan percaya diri.

Uni Emirat Arab, pusat yang sedang berkembang

Dubai telah memposisikan dirinya sebagai salah satu yurisdiksi yang paling ramah kripto di dunia. VARA (Virtual Assets Regulatory Authority) adalah regulator pertama di dunia yang dirancang khusus untuk aset virtual, dan kerangka kerjanya secara eksplisit mencakup derivatif termasuk futures, options, dan perpetual contracts.

Pada tahun 2025, Crypto.com menerima lisensi VARA khusus untuk menawarkan derivatif di UE. Lingkungan peraturan sudah matang dan terus berkembang: Rulebook 2.0 VARA diterbitkan pada Mei 2025, dan undang-undang dekrit federal pada September 2025 memperluas pengawasan untuk mencakup protokol DeFi, dengan denda hingga 1 miliar AED untuk aktivitas tanpa lisensi.

Bagi investor copy trading, UE menawarkan perangkat lengkap: spot trading, futures, leverage, dan lingkungan peraturan yang mendorong inovasi sambil menegakkan kepatuhan.

Singapura, infrastruktur tingkat institusional

Singapura Monetary Authority (MAS) telah mengambil pendekatan yang disengaja terhadap regulasi kripto. Financial Services and Markets Act (FSMA) mulai berlaku penuh pada Juni 2025, mengharuskan semua penyedia layanan token digital untuk mendapatkan lisensi.

Momen penting terjadi pada November 2025, ketika SGX meluncurkan futures abadi Bitcoin dan Ethereum, memposisikan Singapura sebagai pusat derivatif kripto global. Per November 2025, 33 perusahaan memegang lisensi MAS yang sah.

Pendekatan Singapura mengutamakan peserta institusional, tetapi infrastruktur yang teregulasi berarti strategi copy trading yang menggunakan futures dapat beroperasi melalui platform yang patuh.

Amerika Serikat, pivot regulasi

Lanskap peraturan AS bergeser secara dramatis pada tahun 2025. CFTC mengawasi derivatif kripto sebagai futures komoditas, dan platform yang teregulasi dapat menawarkan produk-produk ini kepada investor yang memenuhi syarat. Pengesahan GENIUS Act untuk stablecoin dan panduan SEC yang lebih jelas tentang klasifikasi token telah menciptakan lingkungan yang lebih dapat diprediksi.

Bagi investor copy trading yang berbasis di AS, akses ke berjangka bergantung pada platform. Bursa yang beroperasi sebagai Designated Contract Markets (DCM) terdaftar dapat menawarkan berjangka kripto secara legal. Kuncinya adalah memastikan platform Anda terdaftar dengan benar.

Uni Eropa, jalur MiFID II

Berikut adalah fakta yang mengejutkan banyak orang: Uni Eropa tidak melarang derivatif kripto ritel. Sementara MiCA mengatur layanan aset kripto spot, derivatif termasuk dalam MiFID II, kerangka kerja yang ada untuk instrumen keuangan tradisional.

Perbedaan ini penting. One Trading, sebuah platform Belanda, menjadi bursa Eropa pertama yang menawarkan berjangka abadi kripto yang teregulasi kepada investor ritel di Jerman, Belanda, dan Austria. Kraken, Gemini, dan Coinbase semuanya telah mengakuisisi atau sedang mengakuisisi entitas berlisensi MiFID untuk menawarkan derivatif di seluruh UE.

Ke-27 negara anggota Uni Eropa bukanlah gurun derivatif. Mereka adalah pasar yang teregulasi di mana platform berlisensi dapat melayani klien ritel. Kebingungan timbul dari bursa besar seperti Binance kehilangan akses karena ketidakpatuhan, bukan dari larangan menyeluruh.

Swiss, regulasi yang netral terhadap teknologi

Swiss mengatur kripto melalui undang-undang pasar keuangan yang ada daripada membuat undang-undang khusus kripto. FINMA menerapkan prinsip "risiko yang sama, aturan yang sama," yang berarti derivatif kripto diperlakukan seperti derivatif lainnya.

Pada Oktober 2025, Dewan Federal Swiss mengusulkan dua kategori lisensi baru termasuk institusi kripto yang diotorisasi untuk kustodian, perdagangan, dan layanan terkait di bawah pengawasan langsung FINMA. Pendekatan Swiss bersifat pragmatis: jika Anda adalah lembaga keuangan yang berlisensi, Anda dapat menawarkan derivatif kripto.

Yurisdiksi permisif lainnya

Beberapa negara lain mengizinkan perdagangan berjangka kripto di bawah kerangka peraturan yang bervariasi. Indonesia telah mengatur bursa kripto di bawah OJK dan Bank Indonesia, dengan berjangka diizinkan di platform terdaftar. El Salvador memperlakukan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan tidak memberlakukan batasan pada derivatif. Brazil mengizinkan derivatif kripto, meskipun CVM mengharuskan platform untuk diotorisasi. B3, bursa saham Brasil, secara aktif memperluas produk derivatif kripto yang teregulasi.

Apa artinya ini untuk copy trading

Jika Anda berada di salah satu yurisdiksi ini, Anda memiliki akses ke berbagai strategi bahwa copy trading menawarkan: posisi spot untuk holding jangka panjang, futures untuk perdagangan berarah di kedua arah, dan kombinasi hedging yang membuat pendekatan seimbang mungkin.

Poin pentingnya: berada di yurisdiksi yang permisif tidak berarti segalanya boleh dilakukan. Itu berarti kerangka peraturan ada, aturannya jelas, dan platform yang patuh dapat melayani Anda. Selalu verifikasi bahwa bursa Anda memiliki lisensi yang tepat di negara Anda sebelum menginvestasikan modal.

Berlangganan Altcopy Insights

Dapatkan wawasan copy trading mingguan, catatan risiko, dan kerangka evaluasi trader.
your@email...
Berlangganan